Headlines News :
Home » » Winners Never Quit?

Winners Never Quit?

Hampir lima belas tahun, saya mengikuti manga One Piece yang diciptakan oleh Eiichiro Oda tahun 1997 di Shonen Jump. Sejak kecil saya memang menyukai cerita bergenre adventure sampai - sampai ketika terjebak dalam candu game online, saya lebih memilih game dengan genre petualangan.

Dalam plot One Piece, lebih difokuskan pada karakter sang kapten Monkey D. Luffy yang bertekad menjadi Raja Bajak Laut dengan jalan menguasai harta karun legendaris One Piece, sebuah peninggalan Gol D. Roger (Raja Bajak Laut sebelumnya yang dieksekusi angkatan laut). Beragam pulau dan musuh telah dikalahkan oleh kelompok Bajak Laut Luffy yang lebih dikenal dengan bajak laut topi jerami.

Dalam petualangannya, sikap sang kapten kapal kapal Monkey D. Luffy lebih cenderung disebut egois karena apa yang diinginkan akan dikejar, tak peduli omongan kru kapal dan seringkali mengundang bahaya bahkan seringkali menempatkan dia dan kru kedalam keadaan genting. Namun dari sifat egoisnya Luffy memang memiliki 2 sisi, yaitu sisi positif dan sisi negatif. Sisi positifnya saat Luffy dengan keegoisannya mengalahkan CP9 demi menyelamatkan Nico Robin dari pemerintah dunia, sisi negatifnya dia nyaris mati berkalik-kali saat hendak berbuat sesuka hati nya tanpa mendengar opini orang lain, seperti menaiki flying fish riders dan bertengkar dengan ussop gara-gara dia tak pandai bermusyawarah dengan Ussop yang juga keras kepala.

Ketika mengikuti cerita One Piece, saya mencoba membuat beberapa kesimpulan bisa digunakan dalam pengambilan keputusan. Winner never quit membuat karakter Luffy sangat cocok dengan slogan tersebut yang dengan egoisnya ia dapat mengalahkan rintangan mulai dari musuh, keadaan alam yang ekstrim untuk mencapai satu tujuan, mendapatkan harta karun legendaris One Piece dan menjadi Raja Bajak Laut.
Kapankah Luffy akan berhenti? tentunya (mungkin) saat ia mencapai Pulau Raftel yang disinyalir tempat harta karun One Piece. Lalu saya bertanya kepada diri saya sendiri, apa tujuan saya? kapan saya mulai gapai tujuan tersebut? dan kapan saya akan berhenti?

Dalam buku The Dip, Seth Godin menulis bahwa pepatah "Winners never quit and quitter never win" kadang menyesatkan. Orang - orang yang sukses sering kali lebih cepat move on dari mereka yang tidak sukses. The Dip membahas tentang seni berhenti, tidak sebarang waktu kita boleh melakukannya ataupun melanggarnya. Hal ini akan menentukan apakah kita bisa menjadi yang terbaik atau tidak.

Setiap orang memiliki mimpi, tetapi tidak semua orang memiliki kekuatan, pengetahuan dan kemampuan untuk mengubah mimpi menjadi kenyataan. Semua orang sukses memiliki kebiasaan tertentu, prinsip yang membuat mereka sukses. Dibawah ini akan dijelaskan 5 cara yang dilakukan orang sukses untuk menggapai mimpi.

1. Orang sukses menentukan tujuan dan menggapainya.
Menetapkan tujuan adalah satu hal, dan menggapainya adalah hal yang lain. Hampir semua orang menetapkan tujuan tetapi hanya beberapa orang memiliki keberanian dan disiplin untuk menjalani proses dan menggapainya. Biasanya anak muda sekarang, setiap awal bulan selalu apa moth wish di media sosial, ya semacam harapan jangka pendek di bulan berjalan. Namun hal yang sering dilupakan adalah menoleh ke bulan sebelumnya, berapa persentase pencapaian dari month wish bulan lalu. Andai mont wish hanya sebatas ucapan dan tidak ada tindakan, dapat dipastikan bulan - bulan berikutnya akan monoton dan bahkan lebih parah dari bulan sekarang dan sebelumnya.

2. Orang sukses pasti konsisten
Joanne Kathleen Rowling atau lebih dikenal sebagai J.K. Rowling kelahiran Yate, Gloucestershire Utara, Inggris, 31 Juli 1965 adalah satu dari sekian banyak orang sukses dalam menulis sebuah novel yang menjadi best seller. Ia telah menulis Novel Harry Potter yang telah mengantarkannya menjadi penulis terkenal hingga dari novel yang berjumlah 7 seri tersebut diadaptasi menjadi film yang tak kalah larisnya di layar lebar.
3. Orang sukses menciptakan jaringan / hubungan yang berharga
Banyak yang kenal Steve Jobs (1955 - 2011) sebagai tokoh bisnis dan penemu Amerika Serikat, tapi banyak yang belum tahu siapa dibelakang kesuksesan mendiang Steve Jobs yang terkenal dengan Apple nya. Adalah Steve Wozniak yang menjadi partner kesuksesan Steve Jobs. kita membutuhkan orang yang akan membantu untuk mencapai mimpi. Percayalah, kita tidak dapat melakukannya sendiri. Kesuksesan membutuhkan mentor, partner, pegawai, pasangan hidup, dan sebagainya. Beberapa dari kriteria untuk mendapatkan partner dan mentor yang baik adalah kecocokan, pengalaman, nilai yang sama, loyalitas, dan dan keuntungan mutual, diantara kriteria lainnya.

4. Orang sukses pengorbanannya tidak biasa 
Seorang pria dilahirkan pada tahun 1918; beliau menghilang pada tahun 1964 setelah memberikan pidato 4 jam pada saat sidangnya, dimana dia dituduh dan menerima vonis seumur hidup. Beliau menghabiskan 27 tahun hidupnya didalam penjara karena beliau tidak ingin mengkompromikan kepercayaan politiknya. Dilepaskan pada tahun 1990, beliau memenangkan Nobel Perdamaian pada tahun 1993, menjadi presiden Afrika Selatan pada tahun 1994, dan menerima lebih dari 250 penghargaan lainnya semenjak saat itu. Nama beliau adalah Nelson Mandela. Beliau melakukan pengorbanan yang besar untuk negaranya dan akhirnya beliau mendapatkan apa yang dia mimpikan selama lebih dari 3 dekade. Kita harus mengorbankan sesuatu sekarang sehingga orang-orang dapat bercerita tentang Kita dimasa akan datang.

5. Orang sukses tidak menyerah
Raja real estate, Donald Trump, memiliki kekayaan lebih dari USD 27 Milyar. Tidaklah buruk, jika kita melihat fakta bahwa dia memiliki hutang sekitar USD 900 Juta. Dunia tidak berakhir bagi dirinya saat dia kehilangan apa yang dia miliki dan lalu bangkrut. Dia terus meminjam uang yang lebih banyak dan terus mencoba sampai dia berhasil.

Thomas Alfa Edison melakukan percobaan 10.000 kali untuk membuat bohlam lampu, sampai pada akhirnya dia berhasil. Kita mungkin tidak menggunakan lampu dan listrik sekarang ini jika dia menyerah dulunya. Semua orang pastinya memiliki ujian terberat didalam hidupnya, dan hanya orang-orang yang pantang menyerah dan terus berusaha yang bisa melewati ujian tersebut.

Jadi, kapankah kita berhenti? kapankah kita merasa cukup? 
Share this article :

No comments:

Post a Comment

 
Support : Blogger Themes Gallery

Copyright © 2013. Blog Aiskyu - All Rights Reserved
Template Created by My Blogger Templates Published by Free Blogger Templates

Proudly powered by Blogger