Headlines News :
Iranian President Mahmoud Ahmadinejad will seek support from Latin America's leftist leaders on a tour starting....... Read Full Post
1 2 3 4 5 6

PERKAWINAN ADALAH FITRAH KEMANUSIAAN

Agama Islam adalah agama fithrah, dan manusia diciptakan Allah Ta'ala cocok dengan fitrah ini, karena itu Allah Subhanahu wa Ta'ala menyuruh manusia menghadapkan diri ke agama fithrah agar tidak terjadi penyelewengan dan penyimpangan. Sehingga manusia berjalan di atas fithrahnya.

Perkawinan adalah fitrah kemanusiaan, maka dari itu Islam menganjurkan untuk nikah, karena nikah merupakan gharizah insaniyah (naluri kemanusiaan). Bila gharizah ini tidak dipenuhi dengan jalan yang sah yaitu perkawinan, maka ia akan mencari jalan-jalan syetan yang banyak menjerumuskan ke lembah hitam.
Firman Allah Ta'ala.

"Artinya : Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Allah); (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui". (Ar-Ruum : 30).

A. Islam Menganjurkan Nikah
Islam telah menjadikan ikatan perkawinan yang sah berdasarkan Al-Qur'an dan As-Sunnah sebagai satu-satunya sarana untuk memenuhi tuntutan naluri manusia yang sangat asasi, dan sarana untuk membina keluarga yang Islami. Penghargaan Islam terhadap ikatan perkawinan besar sekali, sampai-sampai ikatan itu ditetapkan sebanding dengan separuh agama. Anas bin Malik radliyallahu 'anhu berkata : "Telah bersabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam :
"Artinya : Barangsiapa menikah, maka ia telah melengkapi separuh dari agamanya. Dan hendaklah ia bertaqwa kepada Allah dalam memelihara yang separuhnya lagi". (Hadist Riwayat Thabrani dan Hakim).

B. Islam Tidak Menyukai Membujang
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memerintahkan untuk menikah dan melarang keras kepada orang yang tidak mau menikah. Anas bin Malik radliyallahu 'anhu berkata : "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memerintahkan kami untuk nikah dan melarang kami membujang dengan larangan yang keras". Dan beliau bersabda :
"Artinya : Nikahilah perempuan yang banyak anak dan penyayang. Karena aku akan berbangga dengan banyaknya umatku dihadapan para Nabi kelak di hari kiamat". (Hadits Riwayat Ahmad dan di shahihkan oleh Ibnu Hibban).
Pernah suatu ketika tiga orang shahabat datang bertanya kepada istri-istri Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam tentang peribadatan beliau, kemudian setelah diterangkan, masing-masing ingin meningkatkan peribadatan mereka. Salah seorang berkata: Adapun saya, akan puasa sepanjang masa tanpa putus. Dan yang lain berkata: Adapun saya akan menjauhi wanita, saya tidak akan kawin selamanya .... Ketika hal itu didengar oleh Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau keluar seraya bersabda :
"Artinya : Benarkah kalian telah berkata begini dan begitu, sungguh demi Allah, sesungguhnya akulah yang paling takut dan taqwa di antara kalian. Akan tetapi aku berpuasa dan aku berbuka, aku shalat dan aku juga tidur dan aku juga mengawini perempuan. Maka barangsiapa yang tidak menyukai sunnahku, maka ia tidak termasuk golonganku". (Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim).
Orang yang mempunyai akal dan bashirah tidak akan mau menjerumuskan dirinya ke jalan kesesatan dengan hidup membujang. Kata Syaikh Hussain Muhammad Yusuf : "Hidup membujang adalah suatu kehidupan yang kering dan gersang, hidup yang tidak mempunyai makna dan tujuan. Suatu kehidupan yang hampa dari berbagai keutamaan insani yang pada umumnya ditegakkan atas dasar egoisme dan mementingkan diri sendiri serta ingin terlepas dari semua tanggung jawab".
Orang yang membujang pada umumnya hanya hidup untuk dirinya sendiri. Mereka membujang bersama hawa nafsu yang selalu bergelora, hingga kemurnian semangat dan rohaninya menjadi keruh. Mereka selalu ada dalam pergolakan melawan fitrahnya, kendatipun ketaqwaan mereka dapat diandalkan, namun pergolakan yang terjadi secara terus menerus lama kelamaan akan melemahkan iman dan ketahanan jiwa serta mengganggu kesehatan dan akan membawanya ke lembah kenistaan.
Jadi orang yang enggan menikah baik itu laki-laki atau perempuan, maka mereka itu sebenarnya tergolong orang yang paling sengsara dalam hidup ini. Mereka itu adalah orang yang paling tidak menikmati kebahagiaan hidup, baik kesenangan bersifat sensual maupun spiritual. Mungkin mereka kaya, namun mereka miskin dari karunia Allah.
Islam menolak sistem ke-rahib-an karena sistem tersebut bertentangan dengan fitrah kemanusiaan, dan bahkan sikap itu berarti melawan sunnah dan kodrat Allah Ta'ala yang telah ditetapkan bagi makhluknya. Sikap enggan membina rumah tangga karena takut miskin adalah sikap orang jahil (bodoh), karena semua rezeki sudah diatur oleh Allah sejak manusia berada di alam rahim, dan manusia tidak bisa menteorikan rezeki yang dikaruniakan Allah, misalnya ia berkata : "Bila saya hidup sendiri gaji saya cukup, tapi bila punya istri tidak cukup ?!".
Perkataan ini adalah perkataan yang batil, karena bertentangan dengan ayat-ayat Allah dan hadits-hadits Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Allah memerintahkan untuk kawin, dan seandainya mereka fakir pasti Allah akan membantu dengan memberi rezeki kepadanya. Allah menjanjikan suatu pertolongan kepada orang yang nikah, dalam firman-Nya:

"Artinya : Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui".
(An-Nur : 32).
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menguatkan janji Allah itu dengan sabdanya :
"Artinya : Ada tiga golongan manusia yang berhak Allah tolong mereka, yaitu seorang mujahid fi sabilillah, seorang hamba yang menebus dirinya supaya merdeka, dan seorang yang menikah karena ingin memelihara kehormatannya". (Hadits Riwayat Ahmad 2 : 251, Nasa'i, Tirmidzi, Ibnu Majah hadits No. 2518, dan Hakim 2 : 160 dari shahabat Abu Hurairah radliyallahu 'anhu).
Para Salafus-Shalih sangat menganjurkan untuk nikah dan mereka anti membujang, serta tidak suka berlama-lama hidup sendiri.

Ibnu Mas'ud radliyallahu 'anhu pernah berkata : "Jika umurku tinggal sepuluh hari lagi, sungguh aku lebih suka menikah daripada aku harus menemui Allah sebagai seorang bujangan". (Ihya Ulumuddin dan Tuhfatul 'Arus hal. 20). 

Belajar Mendengar Belajar Menahan Lisan


"when you talk, you are only repeating what you already know. but if you listen, you may learn something new" - Dalai Lama 

"Nasihat bagi para pemimpin untuk selalu banyak mendengar. Mendengar dengan telinganya, dengan matanya, dan dengan hatinya sehingga respon, tindakan dan keputusan yang diambil oleh pemimpin menjadi lebih tepat dan bijaksana." 

#Syarat utama kepemimpinan adalah kemampuan mendengarkan.

Manusia diciptakan dengan dua telinga dan satu mulut. Ini adalah isyarat bahwa kita perlu mendengar dua kali lebih banyak sebelum berbicara satu kali. Mulut juga didesain tertutup sementara telinga kita dibuat terbuka. Ini juga pertanda bahwa kita perlu lebih sering menutup mulut dan membuka telinga. Prinsip dasar inilah yang sebetulnya perlu dipahami oleh seorang pemimpin dimana pun ia berada, apakah ia memimpin negara, perusahaan, organisasi, rumah tangga maupun diri sendiri. Semua masalah yang terjadi di dunia ini senantiasa bermula dari satu hal: Kita terlalu banyak bicara tapi kurang mau mendengarkan orang lain.


#Tetapi, mendengarkan dengan telinga sebenarnya baru merupakan tingkat pertama mendengarkan. 

Seorang pemimpin bahkan dituntut untuk dapat mendengarkan hal-hal yang tak bisa didengarkan, menangkap hal-hal yang tak dapat ditangkap, serta merasakan hal-hal yang tak dapat dirasakan oleh orang kebanyakan.

#Seorang pemimpin perlu mendengarkan dengan mata. 

Inilah tingkat kedua mendengarkan. Dalam proses komunikasi ada banyak hal yang tidak dikatakan tapi sering ditunjukkan dengan tingkah laku dan bahasa tubuh. Orang mungkin mengatakan tidak keberatan memenuhi permintaan kita, tapi bahasa tubuhnya menunjukkan hal yang sebaliknya.
Seorang karyawan yang merasa gajinya terlalu rendah mungkin tidak menyampaikan keluhannya dalam bentuk kata-kata tetapi dalam bentuk perbuatan. Seorang yang merasa bosan dengan lawan bicaranya juga sering kita belum memiliki kepekaan yang diperlukan sebagai pemimpin.

#Tingkat ketiga adalah mendengarkan dengan hati. 

Inilah tingkat mendengarkan yang tertinggi. Penyair Kahlil Gibran menggambarkan hal ini dengan mengatakan: ”Adalah baik untuk memberi jika diminta, tetapi jauh lebih baik bila kita memberi tanpa diminta.” Kita memberikan sesuatu kepada orang lain karena penghayatan, rasa empati dan kepekaan kita akan kebutuhan orang lain. Disini orang tak perlu mengatakan atau menunjukkan apapun. Kitalah yang langsung dapat menangkap apa yang menjadi kebutuhannya. Komunikasi berlangsung dari hati ke hati dengan menggunakan ”kecepatan cahaya”.
Mari kita simak, beberapa ajaran tersebut di atas dalam Quran dan Hadist, agar kita yakin bahwa di jagad Islam teori itu telah diberikan. Bahkan sejak dari alam ruh, kita sudah dijanji dan berikrar untuk sami’na wa-atho’na – mendengarkanlah dan taatlah.

Sejak dini kita sudah dijanji, sudah diingatkan untuk siap mendengarkan kapan saja, dimana saja dan bagaimana saja keadaannya. Sejak kita baligh, kita sudah dibekali dasar kepemimpinan yang utama yaitu siap mendengarkan. Maka tak salah jika Nabi mengatakan kullukum roin – Kalian semua adalah pemimpin. Pemimpin untuk dirinya sendiri, pemimpin untuk keluarganya dan menjadi pemimpin umat. Jadi tak ada kata tidak siap, tidak mampu dan tidak sanggup. Semua harus sak dermo sebab sejak dari awal mula kita sudah dibekali dasar-dasar kepemimpinan. Permasalahan sebenarnya adalah ketidakmampuan kita untuk mengasah pendengaran kita menjadi lebih tajam.

#Nabi mencontohkan untuk selalu mendengarkan pada siapapun
Masih ingatkah kita dengan cerita Dzulyadain? Ketika nabi sholat dhuhur 2 rekaat, semua yang hadir terdiam. Tampillah Dzulyadain membuka percakapan: “Nabi apakah engkau lupa atau ada perkara baru, kok sholat dhuhurnya 2 rekaat?” Kemudian nabi tabayyun; ‘Benarkah apa yang dikatakan Dzulyadain?’ “Benar nabi,” jawab sahabat. Akhirnya Nabi menambah kekurangan sholat tersebut dan mensyukuri apa yang telah diperbuat oleh Dzulyadain. Nabi mau mendengarkan, bahkan dari orang tidak terkenal sekalipun.


Di dalam Quran sudah dijelaskan ayat-ayat baik yang memerintahkan sami’na maupun akibat-akibat orang yang tidak mau sami’na. Dan frasa-frasa tersebut telah menunjukkan tidak sekedar sami’na – mendengarkan, tetapi lebih jauh dari itu sami’na dalam arti memperhatikan. Ingatkah kita kalimat sami’na wan’dhurna? Jadi itu semua sudah ada dalam quran dan banyak lagi lainnya, apalagi dalam hadist.

Maka, Jadilah kita sebagai pemimpin yang selalu banyak mendengar sehingga respon, tindakan dan keputusan yang kita ambil menjadi lebih tepat dan bijaksana.
disarikan dari note Janu Muhammad

Winners Never Quit?

Hampir lima belas tahun, saya mengikuti manga One Piece yang diciptakan oleh Eiichiro Oda tahun 1997 di Shonen Jump. Sejak kecil saya memang menyukai cerita bergenre adventure sampai - sampai ketika terjebak dalam candu game online, saya lebih memilih game dengan genre petualangan.

Dalam plot One Piece, lebih difokuskan pada karakter sang kapten Monkey D. Luffy yang bertekad menjadi Raja Bajak Laut dengan jalan menguasai harta karun legendaris One Piece, sebuah peninggalan Gol D. Roger (Raja Bajak Laut sebelumnya yang dieksekusi angkatan laut). Beragam pulau dan musuh telah dikalahkan oleh kelompok Bajak Laut Luffy yang lebih dikenal dengan bajak laut topi jerami.

Dalam petualangannya, sikap sang kapten kapal kapal Monkey D. Luffy lebih cenderung disebut egois karena apa yang diinginkan akan dikejar, tak peduli omongan kru kapal dan seringkali mengundang bahaya bahkan seringkali menempatkan dia dan kru kedalam keadaan genting. Namun dari sifat egoisnya Luffy memang memiliki 2 sisi, yaitu sisi positif dan sisi negatif. Sisi positifnya saat Luffy dengan keegoisannya mengalahkan CP9 demi menyelamatkan Nico Robin dari pemerintah dunia, sisi negatifnya dia nyaris mati berkalik-kali saat hendak berbuat sesuka hati nya tanpa mendengar opini orang lain, seperti menaiki flying fish riders dan bertengkar dengan ussop gara-gara dia tak pandai bermusyawarah dengan Ussop yang juga keras kepala.

Ketika mengikuti cerita One Piece, saya mencoba membuat beberapa kesimpulan bisa digunakan dalam pengambilan keputusan. Winner never quit membuat karakter Luffy sangat cocok dengan slogan tersebut yang dengan egoisnya ia dapat mengalahkan rintangan mulai dari musuh, keadaan alam yang ekstrim untuk mencapai satu tujuan, mendapatkan harta karun legendaris One Piece dan menjadi Raja Bajak Laut.
Kapankah Luffy akan berhenti? tentunya (mungkin) saat ia mencapai Pulau Raftel yang disinyalir tempat harta karun One Piece. Lalu saya bertanya kepada diri saya sendiri, apa tujuan saya? kapan saya mulai gapai tujuan tersebut? dan kapan saya akan berhenti?

Dalam buku The Dip, Seth Godin menulis bahwa pepatah "Winners never quit and quitter never win" kadang menyesatkan. Orang - orang yang sukses sering kali lebih cepat move on dari mereka yang tidak sukses. The Dip membahas tentang seni berhenti, tidak sebarang waktu kita boleh melakukannya ataupun melanggarnya. Hal ini akan menentukan apakah kita bisa menjadi yang terbaik atau tidak.

Setiap orang memiliki mimpi, tetapi tidak semua orang memiliki kekuatan, pengetahuan dan kemampuan untuk mengubah mimpi menjadi kenyataan. Semua orang sukses memiliki kebiasaan tertentu, prinsip yang membuat mereka sukses. Dibawah ini akan dijelaskan 5 cara yang dilakukan orang sukses untuk menggapai mimpi.

1. Orang sukses menentukan tujuan dan menggapainya.
Menetapkan tujuan adalah satu hal, dan menggapainya adalah hal yang lain. Hampir semua orang menetapkan tujuan tetapi hanya beberapa orang memiliki keberanian dan disiplin untuk menjalani proses dan menggapainya. Biasanya anak muda sekarang, setiap awal bulan selalu apa moth wish di media sosial, ya semacam harapan jangka pendek di bulan berjalan. Namun hal yang sering dilupakan adalah menoleh ke bulan sebelumnya, berapa persentase pencapaian dari month wish bulan lalu. Andai mont wish hanya sebatas ucapan dan tidak ada tindakan, dapat dipastikan bulan - bulan berikutnya akan monoton dan bahkan lebih parah dari bulan sekarang dan sebelumnya.

2. Orang sukses pasti konsisten
Joanne Kathleen Rowling atau lebih dikenal sebagai J.K. Rowling kelahiran Yate, Gloucestershire Utara, Inggris, 31 Juli 1965 adalah satu dari sekian banyak orang sukses dalam menulis sebuah novel yang menjadi best seller. Ia telah menulis Novel Harry Potter yang telah mengantarkannya menjadi penulis terkenal hingga dari novel yang berjumlah 7 seri tersebut diadaptasi menjadi film yang tak kalah larisnya di layar lebar.
3. Orang sukses menciptakan jaringan / hubungan yang berharga
Banyak yang kenal Steve Jobs (1955 - 2011) sebagai tokoh bisnis dan penemu Amerika Serikat, tapi banyak yang belum tahu siapa dibelakang kesuksesan mendiang Steve Jobs yang terkenal dengan Apple nya. Adalah Steve Wozniak yang menjadi partner kesuksesan Steve Jobs. kita membutuhkan orang yang akan membantu untuk mencapai mimpi. Percayalah, kita tidak dapat melakukannya sendiri. Kesuksesan membutuhkan mentor, partner, pegawai, pasangan hidup, dan sebagainya. Beberapa dari kriteria untuk mendapatkan partner dan mentor yang baik adalah kecocokan, pengalaman, nilai yang sama, loyalitas, dan dan keuntungan mutual, diantara kriteria lainnya.

4. Orang sukses pengorbanannya tidak biasa 
Seorang pria dilahirkan pada tahun 1918; beliau menghilang pada tahun 1964 setelah memberikan pidato 4 jam pada saat sidangnya, dimana dia dituduh dan menerima vonis seumur hidup. Beliau menghabiskan 27 tahun hidupnya didalam penjara karena beliau tidak ingin mengkompromikan kepercayaan politiknya. Dilepaskan pada tahun 1990, beliau memenangkan Nobel Perdamaian pada tahun 1993, menjadi presiden Afrika Selatan pada tahun 1994, dan menerima lebih dari 250 penghargaan lainnya semenjak saat itu. Nama beliau adalah Nelson Mandela. Beliau melakukan pengorbanan yang besar untuk negaranya dan akhirnya beliau mendapatkan apa yang dia mimpikan selama lebih dari 3 dekade. Kita harus mengorbankan sesuatu sekarang sehingga orang-orang dapat bercerita tentang Kita dimasa akan datang.

5. Orang sukses tidak menyerah
Raja real estate, Donald Trump, memiliki kekayaan lebih dari USD 27 Milyar. Tidaklah buruk, jika kita melihat fakta bahwa dia memiliki hutang sekitar USD 900 Juta. Dunia tidak berakhir bagi dirinya saat dia kehilangan apa yang dia miliki dan lalu bangkrut. Dia terus meminjam uang yang lebih banyak dan terus mencoba sampai dia berhasil.

Thomas Alfa Edison melakukan percobaan 10.000 kali untuk membuat bohlam lampu, sampai pada akhirnya dia berhasil. Kita mungkin tidak menggunakan lampu dan listrik sekarang ini jika dia menyerah dulunya. Semua orang pastinya memiliki ujian terberat didalam hidupnya, dan hanya orang-orang yang pantang menyerah dan terus berusaha yang bisa melewati ujian tersebut.

Jadi, kapankah kita berhenti? kapankah kita merasa cukup? 

Inspira

Nikah

More Post

Entertainmet

World News

 
Support : Blogger Themes Gallery

Copyright © 2013. Blog Aiskyu - All Rights Reserved
Template Created by My Blogger Templates Published by Free Blogger Templates

Proudly powered by Blogger